Rumus Uji Kekerasan (Hardness Tester) dengan Metode Rockwell

hardness tester dengan metode rockwell

Teknologi yang terus menerus berkembang memiliki peranan yang penting dalam berbagai disiplin ilmu, terutama berkontribusi untuk bidang ilmu pengetahuan. Pada dasarnya, bidang ilmu pengetahuan sangatlah penting dan menjadi dasar disiplin ilmu yang sebaiknya dikuasai. Namun, karena keterbatasan kemampuan dan kesempatan, disiplin bidang ilmu pengetahuan sebagian besar hanya bisa diakses oleh mereka yang beruntung sehingga bisa mempelajarinya dengan baik.

Saranan pendidikan di sekolah hingga universitas menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan ilmu pengetahuan. Namun, di bangku perkuliahan disiplin ilmu pengetahuan dapat dipecah menjadi beberapa bagian, seperti bidang teknik informasi, teknik mesin, teknik industri dan lain sebagainya.

Baca juga: Alat Uji Kekerasan (Hardness Tester) dan Berbagai Metode yang Bisa Digunakan

Berbicara mengenai bidang teknik, pembahasan kali ini akan difokuskan pada bidang engineering. Biasanya, mereka yang berkecimpung dalam teknik mesin akan sangat familiar dengan yang namanya pengujian kekerasan dari berbagai material. Secara ilmiah, percobaan ini disebut dengan ujian kekerasan menggunakan alat hardness tester untuk mengetahui kekuatan/daya tahan suatu material hingga ke sisi terkecilnya (menggunakan teknologi canggih & pembesaran berkali-kali lipat).

Bagi yang belum terbiasa dengan materi pembelajaran ini, Anda tetap bisa memahaminya dari ulasan ini karena penulis akan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Ada banyak metode pengukuran, namun yang akan dibahas adalah metode rockwell.

Menurut informasi dari Wikipedia, ada beberapa klasifikasi penggunaan alat hardness tester berdasarkan skala jenis pengukurannya:

Rockwell hardness tester: HRA, HRB, HRC
Superficial Rockwell hardness tester: 15N, 30N, 45N, 15T, 30T, 45T, 15W, 30W, 45W, 15X, 30X, 45X, 15Y, 30Y, 45Y
Plastic Rockwell hardness tester: HRE, HRL, HRM
Twin Rockwell hardness tester: HRA, HRB, HRC,15N, 15T, 15W, 15X, 15Y, 30N, 30T, 30W, 30X, 30Y, 45N, 45T, 45W, 45X, 45Y

Prinsip dalam menggunakan metode rockwell adalah saat gaya dibebankan kepada benda yang sedang diuji dan terdapat pengaruh di dalamnya, maka benda uji akan mengalami perubahan. Analisis ini bisa mengetahui seberapa besar dampak atau tingkatan kekerasan dari suatu material yang telah diuji.

Sebagai informasi tambahan, bisa ditarik garis merah dari pernyataan dalam artikel ini bahwa pengujian menggunakan hardness tester tujuan utamanya bukanlah untuk mengetahui suatu material terbuat dari bahan yang keras tau tidak, tapi lebih mengarah pada mengetahui seberapa besar tingkat kekerasan logam tersebut yang kita uji. tingkat kekerasan logam berdasarkan pada standar satuan yang baku.

Berikut ini merupakan Rumus Pengukuran Rockwell:

HR= E-e

Di mana:

HR: Didefinisikan sebagai hasil akhir nilai pengukuran kekerasan dari suatu material
E: Jarak antar indentor saat diberi minor load dan zero reference line yang untuk tiap jenis indentor
e: Jarak antar Jarak antara kondisi 1 dan kondisi 3 yang dibagi dengan 0.002 mm

Sumber rumus

Jika Anda membutuhkan ahli yang bisa melakukan pengukuran menggunakan metode ini ataupun sedang mencari distributor yang jual hardness tester dengan harga kompetitif, sangat disarankan agar Anda mengetahui bagaimana profile penjual agar Anda tidak dirugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *