Rumus Perhitungan Dalam Melakukan Kalibrasi Flow Meter

rumus menghitung kalibrasi flow meter

Alat pengukur perpindahan ataupun volume cairan dalam suatu waktu atau yang lebih akrab disebut dengan flow meter merupakan asset penting yang harus dijaga dan dilakukan maintenance rutin. Biasanya, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri, manufaktur, hingga pengolahan bahan limbah (umumnya lebih banyak digunakan pada industri yang melakukan pengecekan terhadap benda-benda bersifat cair ataupun fluida untuk mengukur tingkat laju alirannya).

cara melakukan kalibrasi flow meter dengan perhitungan yang tepat

Untuk mendapatkan kualitas SDM yang memiliki kualifikasi mumpuni dalam melakukan pemasangan hingga melakukan kalibrasi flow meter tidaklah mudah. Apabila di tempat Anda saat ini terdapat SDM yang mengurusi bagian flow meter, akan lebih baik bila mereka diikutsertakan training ataupun workshop secara insentif agar kemampuannya bisa meningkat.

Salah satu perusahaan yang menyediakan jasa training tersebut adalah PT Kreasi Sukses Indoprima. Di samping menyediakan layanan pelatihan, Anda juga bisa mendapatkan produk-produk flow meter bergaransi resmi yang juga bisa langsung dilakukan instalasi dan kalibrasi flow meter melalui teknisi yang handal dan berpengalaman. Cara ini lebih efektif karena flow meter yang akan dipasang bisa terinstalasi dengan cepat.

Namun, sebaiknya Anda juga harus mengetahui bagaimana cara perhitungan dalam kalibrasi flow meter sebagai bahan pembelajaran.

Rumusnya adalah Q = A x V

Q : flow (dalam cubic meter per detik, m^3/s)
A : luas permukaan pipa (dalam meter kuadrat, m^2)
V : kecepatan cairan di dalam pipa (dalam m/s)

Umumnya, satuan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika Serikat adalah satuan british dalam gpm (gallons per minute). Rumus yang telah dijabarkan tersebut bisa diringkas menjadi Q = 449 x A x V. Dengan A dalam feet kuadrat (ft^2), dan V dalam ft/s. Melakukan proses perhitungan ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti, bila ada kesalahan teknis dalam perhitungan bisa mempengaruhi hasil data yang dibuat.

Menurut hukum Bernoulli, jika kecepatan fluida naik maka tekanan akan turun. Penurunan tekanan berbanding dengan besar kecilnya pipa atau medium yang digunakan sebagai tempat penyaluran aliran fluida. Semakin kecil pipa, semakin besar gaya geseknya sehingga losses/kehilangan semakin besar. Perlu diketahui bahwa semakin kecil diameter pipa, maka akan semakin tinggi kecepatan cairan yang mengalir, begitu pula sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *