Lebih Dekat Dengan adat Istiadat Medan 

selamat datang di kota medan

Medan adalah ibu kota dari Sumatra Utara. Kota Medan terkenal dengan berbagai keunikan beragam budaya dan adat istiadatnya. Kota ini banyak menyimpan budaya dan keragaman tempat wisata. Penduduknya pun beragam. Di sini terdapat beberapa suku yang tersebar di kota ini. Salah satunya adalah suku Batak Toba.

Wilayah suku ini meliputi Porsea, Ajibata, Balige, Laguboti, Borbor, Julu, Lumban, dan sekitarnya.Suku batak toba memiliki tradisi dan adat istiadat yang khas dan sarat akan makna. Masyarakat  batak selalu menurunkan  marga kepada keturunannya sehingga orang batak selalu memiliki marga yang diturunkan dari garis keturunan ayah (patrilineal). Simangungsong, Napitulu, Merpaung, dan Pardede merupakan beberapa nama marga pada suku Batak Toba.

adat batak toba

Orang keturunan batak toba wajib mengetahui silsilah siapa yang menurunkan marganya, minimal ia mengetahui nenek moyang dan teman semarganya. Apabila ia tidak mengetahui susunan marganya, maka ia akan dianggap orang batak nyasar.Biasanya masyarakat Batak Toba tidak mengambil isteri dari kalangan marga sendiri. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Batak menganut perkawinan di luar suku tertentu atau eksogami. Biasanya sang isteri akan pindah ke kelompok suami dan meninggalkan kelompoknya. Hak tanah, jabatan, nama, dan milik juga hanya dapat diwarisi oleh garis laki-laki. Menurut tata cara yang digunakan, perkawinan adat Batak Toba dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Unjuk : ritual perkawinan yang dilaksanakan sesuai adat.
  • Mangadati : Ritual perkawinan yang tidak dilaksanakan sesuai adat. Ritual ini dilakukan sebelum pasangan tersebut memiliki anak.
  • Pasahat sulang-sulang ni pahoppu : Ritual adat yang dilakukan di luar adat. Ritual ini dilakukan setelah pasangan memiliki anak.

Tahap perkawinan pada adat batak dimulai dengan disampaikannya pinangan dari wakil pihak laki-laki yang harus dijawab saat itu juga oleh pihak perempuan. Biasanya pihak kedua ini merupakan orang yang satu marga dengan calon pengantin laki-laki.Selanjutnya wakil dari pihak laki-laki akan membicarakan prosedur yang harus dilakukan pihak laki-laki agar sesuai adat dan sesuai keinginan pihak perempuan. Pada tahap ini dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan mas kawin namun, pihak perempuan tidak akan tahu apa isi dari mas kawin tersebut karena yang dibicarakan hanya hal-hal seputar mas kawin saja.

baca juga: Tips Merental Mobil: 3 Cara Cerdas Sewa Mobil di Medan

Biasanya pihak dari laki-laki yang ditunjuk untuk membicarakan prosedur ini juga merupakan orang yang satu marga. Selanjutnya barulah diputuskan mengenai tempat upacara, tanggal pernikahan, ketentuan mengenai ulos, dan lain-lain. Setelah dibicarakan maka hasil pembicaraan tersebut dirangkum dan disimpulkan untuk diresmikan oleh tetua adat. Setelah diresmikan oleh tetua adat barulah uang muka mas kawin diserahkan dilanjutkan dengan makan bersama.

Sisa uang muka tersebut biasanya akan diserahkan pada saat upacara perkawinan nanti. Selain itu, masyarakat batak menjunjung tinggi rasa saling tolong menolong dan ikatan kekeluargaan yang kuat. Misalnya jika ada seorang ibu yang baru melahirkan, tentu ia membutuhkan asupan yang bergizi untuk bisa menghasilkan ASI. Maka dari itu orang sekampungnya setiap hari bergantian untuk menyiapkan makanan atau bisa juga memberinya berupa bahan makanan yang masih mentah.

baca juga: Kenali Tanda-Tanda Kelelahan Saat Mengendarai Mobil

Sedangkan jika ada orang batak yang meninggal orang Batak akan mengadakan upacara adat kematian dimana upacara ini diklasifikasikan sesuai usia dan status orang yang meninggal tersebut. Bagi yang meninggal ketika masih berada di dalam kandungan, maka tidak perlu diadakan upacara adat ini. Namun apabila ia meninggal ketika masih bayi, anak-anak, remaja, dan menikah namun belum memiliki anak ia perlu mendapatkan perlakuan adat ini. Upacara ini dilakukan dengan menutupi  mayat orang yang meninggal tersebut dengan kain tenunan khas Batak (ulos). Ulos ini berasal dari orang tuanya apabila ia meninggal ketika masih bayi. Sedangkan untuk orang yang meniggal ketika masih anak-anak dan remaja berasal dari tulang atau saudara laki-laki dari pihak ibu orang yang meninggal tersebut.

Dan untuk menghibur orang yang sedang berduka tersebut biasanya masyarakat Batak mengadakan kegiatan Mangapuli atau member hiburan bagi keluarga yang berduka dengan membawa makanan dan minuman untuk dimakan bersama-sama di rumah duka.  Sehingga pihak tuan rumah tidak akan merasa direpotkan. Biasanya pihak keluarga akan menyampaikan rasa terima kasih kepada orang yang datang untuk menghibur.

Selain hal-hal di atas, banyak juga keindahan wisata di Kota Medan yang bisa Anda kunjungi. Untuk sarana transportasi, Anda bisa memilih menggunakan rental mobil medan sehingga perjalanan Anda bisa lebih menyenangkan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *