7 Tips Aman Menggunakan Bouncer Baby yang Perlu Diketahui

Bouncer Baby yang Perlu Diketahui

Keberadaan bouncer yang didesain untuk bayi mulai meraih kepopuleran yang tentunya sangat membantu para ibu yang baru saja melewati masa kelahiran untuk tetap bisa membuat bayinya pada suatu kenyamanan layaknya digendong. Akan tetapi, hadirnya bouncer bayi ini juga mendatangkan beberapa ketakutan tersendiri bagi ibu muda yang belum pernah menggunakan peralatan semacam ini.

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menggunakan bouncer ini sehingga resiko seperti bayi jatuh ataupun beberapa permasalahan lain bisa dihindari:

  1. Perhatikan permukaan lantai pijakan bouncer

Untuk menghindarkan adanya resiko penggunaan bouncer baby bisa dengan memastikan bahwa bouncer berdiri pada lantai yang datar sehingga bouncer akan berdiri secara tegak dan tidak miring pada satu sisi, sehingga hal ini akan mngurangi resiko dari ambruk ataupun bayi terjatuh. Selain itu, dengan menempatkan pada lantai datar, maka bouncer tidak akan bergerak ketika bayi membuat suatu gerakan.

  1. Pilihlah bouncer dengan tali yang kuat

Keberadaan tali pada bouncer sangatlah diperlukan untuk menjaga supaya bayi agar tetap pada posisinya. Untuk itu, disarankan agar anda memilih jenis bouncer degan tali yang sangat kuat namun memiliki lapisan yang halus, sehingga tidak menyakiti tubuh bayi. Pastikan memposisikan bayi dengan tali yang tidak terlalu ketat dan longgar jadi bayi akan tetap aman di atas bouncer.

  1. Pilih bouncer dengan kaki yang berlapis karet

Terkadang tingkah bayi di atas bouncer bayi bisa saja menimbulkan kekhawatiran akan resiko jatuh, sebab gerakan bayi yang aktif sangat berpotensi menimbulkan resiko semacam ini. Untuk itu, ada baiknya anda memilih jenis bouncer yang memiliki kaki dengan lapisan karet. Hal ini akan menjaga bouncer tetap berdiri kokoh.

  1. Hindarkan dari resiko jari bayi terjepit

Tingkah seorang bayi memang kadang mengkhawatirkan saat ditinggal sendiri di atas bouncer. Resiko jari terjepit sangatlah memungkinkan untuk terjadi. Oleh sebab itu, perlu adanya kepastian untuk memeriksa setiap lubang kecil supaya tangan bayi tidak terjepit.

  1. Pindahkan saat bayi terlelap di bouncer

Kegunaan bouncer bayi pada dasarnya akan memberikan suatu kenyamanan bagi bayi sehingga tidak membuat dia rewel. Akan tetapi, jika bayi anda telah terlelap di bouncer, sebaiknya anda pindahkan ke tempat tidur biasa, sehingga dia akan bebas untuk bergerak.

  1. Gunakan bouncer hanya untuk bayi dibawah 3 bulan

Penggunaan bouncer disarankan untuk digunakan pada bayi di bawah usia 3 bulan sebab pada usia ini, bayi sudah mulai aktif dan berguling-guling. Akan tetapi, jika penggunaan bouncer ini masih diperlukan, maka bisa digunakan sampai bayi maksimal berusia 6 bulan.

  1. Tetap pada pengawasan selama bayi di dalam bouncer

Bagi anda yang menempatkan bayi pada bouncer bayi, hendaknya anda tidak meninggalkannya begitu saja, sebab ditakutkan bayi anda akan melakukan berbagai gerakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Jika memang anda perlu meninggalkannya, maka pastikan bouncer tersebut pada jangkauan anda pada jarak 3 meter.

Penggunaan bouncer bayi sangatlah memberikan keuntungan bagi para ibu rumah tangga yang ingin tetap memberikan kenyamanan pada buah hati. Tentunya penggunaan bouncer harus memperhatikan beberapa aspek untuk menghindari resiko jatuhnya bayi. Untuk itu, hendaklah anda tetap menjaga keamanan penggunaan bouncer bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *